Santri Masih Butuh Belaian

Alhamdulillahi robbil álamin, sungguh tidak disangka..., ternyata pondok pesantren Al Ikhwan mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan bahkan beberapa sahabat blogger! Rasa haru & bahagia bercampur jadi satu. Melihat dari kenyataan yang ada, bahwasanya kami perlu waktu sekian lama untuk bisa mengenalkan pesantren ini ke masyarakat luas. Terus terang, diperlukan waktu bertahun-tahun untuk bisa menjadikan pesantren ini dikenal dan eksis (pun mencari donatur), diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk berburu hati para dermawan, agar mereka ikut memiliki rasa perduli akan nasib anak-anak negeri yang notabene tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan lantaran tidak adanya biaya. 

Karenanya, dalam kesempatan ini kami bermaksud menyampaikan rasa terima kasih kami yang seluas-luasnya kepada semua pihak dan kalangan yang telah sudi menjenguk pondokan kami yang sangat sederhana, serta memberikan respon positif yang sangat membantu kami, khususnya para santri yang acap kali nampak berbinar-binar matanya, sumringah wajahnya manakala ada yang sudi mengunjungi mereka, sekedar berbagi obat kebahagiaan yang mampu menambah energi mereka untuk senantiasa tegar dan tetap dalam sabar.

"Tidak ada kesan yang indah tanpa kehadiran tetamu kita...!" ujar para santri setiap kali ada yang bertamu. Ah..., duhai anak-anakku, andai saja kami mampu mengisi setiap kisi sanubari kalian sesuai yang kalian butuhkan... andai saja kami mampu mengabulkan permintaan yang tak pernah kalian minta... andai saja kami mampu mengusap bulir-bulir air mata kalian yang tak pernah menangis... andai saja kami mampu mengisi ruang kosong kalian yang selalu nampak ramai... andaikan berandai-andai itu diperkenankan.... Ah...

Aduhai anak-anakku..., kami tahu kalau kalian juga memiliki kedukaan yang terpendam dihati kalian... namun sikap tegar kalian telah mampu meleburkan kedukaan itu... 

Kami tahu, kalian  sebenarnya sering dan ingin menangis sedih, lihatlah disudut hati kecil kalian itu... tak ada dusta air mata... Akan tetapi... keikhlasan dan kepasrahan kalian  telah mampu meredam letupan emosi sedih yang nyaris tak tertahankan. 

Kami tahu, kalian pasti memiliki hajat juga terhadap sesuatu, sebagaimana anak-anak lain di luar sana biasa meminta serta memperoleh hajatnya dari para orang tuanya.... Akan tetapi...  kedewasaan sikap serta kebersahajaan kalian menyebabkan kalian beda dengan mereka, tangan-tangan kalian bagaikan tertahan untuk meminta-minta... semoga bukan lantaran kalian anggap kami orang lain... sebab kami juga orang tua kalian... yang sayang dengan kalian... yang perduli akan masa depan kalian... Selama kami mampu, kami akan antarkan kalian hingga ke tepi gerbang kesuksesan dengan izin Allah.... Robbana taqobbal mina. Amin...

No comments:

Post a Comment